opensubscriber
   Find in this group all groups
 
Unknown more information…

a : al_falah@yahoogroups.com 25 November 2004 • 12:50AM -0500

[Nasyid Indonesia] Beware PoRS
by cyber woni

REPLY TO AUTHOR
 
REPLY TO GROUP






Assalamu'alaikum Wr Wb

Hari-hari begini, sudah tidak asing lagi bagi kita
untuk mendengar nama-nama penyakit/gejala
penyakit
yang disingkat.

AIDS= Acquired Immuno Deficiency Syndrome

PMS= Pre-Menstrual Syndrome (yg ini
unfortunately only
applies to women, ditandai dgn gejolak2 hormon yg
menyebabkan gampang ngambek, moody, jerawat,
dll)

PoMS= Post-Marital Syndrome (yg ini biasanya
ditandai
dgn shock atau depresi krn kehidupan berumah
tangga
tdk sesuai dgn bayangan)

PVS= Pre-Valentine's Day Syndrome (hidup
rasanya
merana krn orang lain punya kekasih dan non-
muslims
merayakan, sementara sebagai muslim TIDAK
BOLEH
merayakan. Biasanya dialami oleh para jomblos
dan
singles out there)

PoVS= Post Valentine's Day Syndrome (ditandai
dgn
kekenyangan makan coklat pemberian teman,
mabuk mawar
merah atau in extreme cases: mata bengkak and
hidung
merah krn pengalaman V-Day yg buruk)

Sebagai muslims kita tidak luput dari satu penyakit
lagi, yaitu:

PoRS (baca: po-ar-es, bukan 'pors'). Apakah ini?
Ini adalah penyakit baru yang biasanya menjadi
epidemik di awal2 bulan Syawal dan berketerusan
sampai
menjelang bulan Ramadhan di tahun mendatang.
Kepanjangan dari PoRS adalah Post Ramadhan
Syndrome.

Penyakit ini ditandai dengan gejala-gejala sbb:

1. Tamak (gluttony)
Setelah satu bulan dlm Ramadhan kita mencoba
untuk
menahan nafsu makan & minum, mata, mulut and
halal sex
(read: sex dgn suami/istri legal), kita malah menjadi
rakus ketika Idul Fitri tiba. Yang dulu makannya
teratur: sahur, iftar dan dinner, sekarang kita bisa
makan (almost) apa saja anytime.

Waspadalah! Karena dari ketamakan ini kita justru
bisa
tambah sakit. Dalam memakan, jangan menuruti
nafsu
ingin memakan semua makanan lebaran.
Istilahnya "KALAP
MATA". Sate Padang, Opor, Rendang, Gulai
Kambing, Kue
Nastar, Kastengels, Lidah Kucing, dll. Most
Lebaran
food's notorious for its fat and cholesterol.

Ramadhan usai bukan berarti kita boleh makan
apa saja
yg halal dan kapan saja. Tapi kita mesti ingat untuk
makan yg THOYYIBAH - yg membawa benefit
untuk kita,
membawa kebaikan. Apakah makan-makanan
berlemak,
berminyak sehat?? Apakah makan sampai kita
sulit untuk
bergerak baik?

2. Sengaja Lupa (Forgetful)
Symptom lupa ini terbagi menjadi dua jenis
kelupaan:

2a) Lupa Halal-Haram
Yang ini jelas tidak boleh! Mentang-mentang waktu
Ramadhan sudah "libur" dari makan/minum/ngobat
&
kegiatan yg haram, bukan berarti sesudah Idul Fitri
kita kembali ke jalan yang kotor.

Pada saat Idul Fitri, kita sebagai Muslims yg taat
'dilahirkan' kembali SUCI = dlm keadaan FITRAH.
Layaknya Mercedes S600 hitam yg baru dicuci
sampai
mengkilap. Apakah anda mau membawa mobil yg
istimewa
ini ke jalan penuh lumpur and 'ranjau'? Tentu tidak.
You want to take care of it and keep it clean. Same
thing goes with us, Muslims, because we're MORE
special than Benz S600!!

2b). Lupa Shalat
Orang yang terkena PoRS biasanya juga ditandai
dengan
lupa shalat setelah Idul Fitri lewat. Selama
Ramadhan
rajin shalat 5 waktu ditambah sholat tarawih,
tahajud
dan witir. Sayangnya, minggu kedua bulan Syawal,
shalat-shalat sudah mulai bolong-bolong.
Astaghfirullah.

Remember, shalat 5 waktu itu WAJIB hukumnya
and adalah
amalan pertama dr semua amalan yg
dipertanyakan di
Akhirat nanti. Run your life around the 5 shalat
times, not the other way around.

3. Temperamental & Emotional
Tidak perlu dijelaskan lebih lanjut. Walau marah-
marah
atau bercemberut ria tidak membatalkan puasa,
tapi itu
mengurangi kualitas puasa. Kalau sudah bisa
ditahan di
bulan Ramadhan, kenapa tidak diteruskan?
Kenapa harus
berhenti berbuat baik setelah Idul Fitri?

4. Suka Keseleo Lidah
Cursing, fitnah, ghibah, gossip, idle talks.
Waspadalah, kalau anda menemukan anda sering
melakukan
salah satu perbuatan diatas, anda mungkin sudah
terkena wabah PoRS.


Ramadhan is our training ground to be a
PROFESSIONAL
MUSLIM. We are trained to control our natural
desires,
not to kill them. We learn to have a great
time-management skill: synchronizing our ibadah
with
our daily life at work, school and at home.

It takes 2 weeks to form a habit. We had 4 weeks
of
Ramadhan to form the good habits of waking up
early
for Subuh, waking up in the middle of the night for
tahajjud, reciting Qur'anic verses, talk softly and
nicely, helping others. Surely we can keep this up
for
the rest of the year, for the rest of our lives Insya
Allah.

May all of us be avoided from the PoRS and kept in
Allah's straight path. Amiin.

Wassalamu'alaikum Wr Wb,





-----------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------
MOENANDIR, Muhammad Rully
Rostocker str. 9
10553 Berlin Germany

+493026323392
+491626175774

---------------------------------
Do you Yahoo!?
Meet the all-new My Yahoo! – Try it today!

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/9rHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

Mari bersama-sama mengharumkan Islam lewat kebudayaan/seni Islami


Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/nasyid-indonesia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    nasyid-indonesia-unsubscribe@yaho...

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/




Bookmark with:

Delicious   Digg   reddit   Facebook   StumbleUpon

opensubscriber is not affiliated with the authors of this message nor responsible for its content.